oleh

Said Didu: Ari Askhara Itu Penikmat Jabatan

SUARAMERDEKA.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyatakan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara adalah seorang penikmat jabatan. Menurutnya, tipe pejabat seperti ini sangat berbahaya karena dianggap tidak punya nilai hidup dan menuruti semua kehendaknya.

Menurut Said Didu, sudah 2 tahun dirinya mempertanyakan kredibilitas seorang Ari Askhara. Said Didu bahkan mengaku mengamati track recordnya. Iamenyebut pada tahun 2014 Ari Askhara menjadi Direktur Keuangan Pelindo III. Hanya beberapa bulan kemudian pindah ke Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Saat memegang jabatan tersebut, Said Didu mengaku Ari Askhara terlibat masalah sehingga diberhentikan di tahun 2017 oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk saat itu Pahala Nugraha Mansury. Ari Askhara kemudian menjadi Direktur ESDM Wijaya Karya. Ia kemudian menjadi Direktur Utama Pelindo III dan di bulan September 2018 menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Kalau saya menseleksi orang, yang saya lihat terlebih dahulu adalah apakah orang ini penikmat jabatan. Karena penikmat jabatan itu bagi BUMN sangat bahaya. Kenapa bahaya? Karena direksi yang berhak membikin aturan untuk segala hal. Itu kewenangan dia,” kata Said Didu dalam talk show di sebuah stasiun televisi, Senin (9/12/2019).

Baca Juga :  Aliansi Relawan Selamatkan Jokowi: Copot Kapolri

Ia kemudian melihat sosok Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menjadi viral karena kasus Harley Davidson dan sepeda Brompton.

“Saya melihat (Ari Askhara-red) ini termasuk penikmat jabatan. Jadi saya lihat gaya hidupnya, kayak Bung Karno. Ini orang benar-benar penikmat jabatan. Penikmat Jabatan adalah musuh utama pimpinan BUMN. Dan saya pikir orang ini tidak ada value hidup, jadi bebas saja,” ujar Said Didu.

Terkait terkuak banyaknya dugaan kebobrokan yang terjadi di internal maskapai penerbangan plat merah saat Ari Askhara memimpin, Said Didu berharap Menteri BUMN segera melakukan pembersihan hingga ke akar-akarnya. Said Didu juga melihat ada indikasi serupa di beberapa perusahaan BUMN lain.

“Saya baru mendengar bahwa terjadi kebobrokan yang sangat parah dan mudah-mudahan ini bukan puncak gunung es. Karena saya juga dapat informasi beberapa Direksi di beberapa BUMN kelakuannya agak mirip. Jadi saya sampaikan ke Menteri BUMN bahwa ini semua harus dihilangkan karena ini merusak. Bayangkan, yang dirusak itu bukan hanya BUMN tapi moral. Ini sudah pidana moral dan sudah tidak bisa diampuni,” tegasnya.

Baca Juga :  Sembilan Tokoh Pimpin Oposisi. Opini Tony Rosyid

Said Didu menduga ada “orang kuat” di belakang Ari Askhara. Dibutuhkan keberanian untuk melakukan pembersihan, bahkan hingga ke akar-akarnya.

“Tapi saya melihat Ari ini bertindak seperti ini karena dia kuat dan bekingnya juga kelihatannya kuat. Mungkin saja bu Rini (mantan Menteri BUMN-red) nggak kuat juga, untung ada Erick Tohir yang agak berani. Dan menurut saya cerita tadi belum menjadi fakta, tapi susah juga dibantah karena memang kelakuannya seperti itu. Istilah saya adalah penikmat jabatan. Dan penikmat jabatan selalu mengumpulkan orang yang sama tabiatnya. Sama-sama menikmati. Dan orang yang bisa bekerja dengan baik adalah yang dibawa yang bisa dinikmati. Saya setuju Garuda harus dibersihkan,” tutupnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga