oleh

20 Pejabat Eselon II Dan III Pemda Wajo Dilantik dan Diambil Sumpahnya

SUARAMERDEKA.ID – Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan sebagai rangkaian dari proses pengisian dan/atau pegukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2 /1/ 2020).

Dalam acara ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. mengambil Sumpah dan melantik Sekertaris Daerah Kabupaten Wajo, 12 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 7 orang Pejabat Administrator.

20 Pejabat Eselon II Dan III Pemda Wajo Dilantik dan Diambil Sumpahnya
Bupati Wajo memberikan ucapan selamat

Adapun nama nama Pejabat tersebut yaitu;

Pengangkatan /pengukuhan/kembali dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama setingkat Jabatan Struktural Eselon II a kepada H. Amiruddin A, S.Sos., M.M menjadi Sekrertaris Daerah Kabupaten Wajo

Kemudian Pengangkatan kembali pengukuhan dan Pengangkatan PNS dalan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama setingkat Jabatan Struktural Eselon II b, diantaranya:

Andi Aso Ashari, ST., M.Si. menjadi Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman

Drs. H. Muh. Saleng, M.M. menjadi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Drs. H. Syahran menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Drs. H. Andi Junaidi Hafid., M.H. menjadi Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Dra. Hj. Dahniar Gaffar menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Ir. Muhammad Ashar menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Ir. Nasfari menjadi Kepala Dinas Perikanan.

Ir. Armayani, M.Si. menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah.

Drs. Herman menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Drs. Andi Pameneri, M.Si. menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan.

Andi Muh. Baso Iqbal, S.T., M.Si menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Drs. Andi Manussa, S.Sos., M.Si menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Lanjut dibacakan Pengangkatan kembali pengukuhan dan Pengangkatan PNS dalan jabatan Administrator setingkat Jabatan Struktural Eselon III yang terdiri dari:

Drs. Muh. Arif, M.M menjadi Sekretaris Inspektorat Daerah.

Ir. H. Ambo Mai S, M.Si menjadi Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Andi Pallawarukka, S.IP., M.Si menjadi Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Andi Hasanuddin, S.Sos., M.Si menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan.

Drs. Aksan menjadi Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.

Dr. Muhammad Nur, M.Pd menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

drg. Nur Asri Idrus, M.Kes menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan.

Sedangkan Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pada jabatan masing-masing kepada Sekretaris Daerah atas pengukuhannya kembali sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan para Pejabat Administrator.
20 Pejabat Eselon II Dan III Pemda Wajo Dilantik dan Diambil Sumpahnya
Foto bersama

Menurut Wakil Bupati bahwa Pelantikan pada hari ini merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Wajo nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Wajo Nomor 6 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pengangkatan ke – 12 orang pejabat eselon II b (jabatan kepala dinas) telah lulus uji kompetensi/job fit.

“Khusus untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama telah dilakukan proses uji kompetensi/Job Fit dalam rangka pemetaan jabatan pengisian struktur organisasi perangkat daerah yang baru berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Wajo Nomor 1 tahun 2019 berikut dengan Peraturan Bupati Wajo tentang Struktur Oraganisasi Perangkat Daerah.

Khusus untuk pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilakukan terhadap 12 (dua belas) orang pada hari ini telah mendapatkan rekomendasi tertulis dari Komisi Aparatur Sipil Negara dengan surat nomor: B-4587/KASN/12/2019 tanggal 31 Desember 2019.

Terhadap 22 (dua puluh) orang peserta uji kompetensi lainnya yang belum dinyatakan FIT karena memperoleh nilai yang yang kurang optimal dan/atau pertimbangan obyektif lainnya. (FAR)

Loading...

Baca Juga