oleh

Beras Mahal tapi Stok Bulog Membusuk, Sebuah Opini Fitri Andriani

Beras Mahal tapi Stok Bulog Membusuk

Oleh: Fitri Andriani, S. S.

Beras merupakan bahan pangan yang makin tinggi harganya. Padahal segala cara sudah diatur oleh pemerintah agar harga beras tidak naik. Salah satunya dengan membuat kebijakan Gerakan Pangan Murah oleh Polda Jatim dengan Bulog (DetikJatim, 27 Agustus 2025) dan beberapa daerah lain juga melakukan gerakan yang sama.

Dana yang dianggarkan pemerintah untuk mengimpor beras demi menjaga stabilitas harga beras yang terjangkau dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ternyata membuat rugi negara karena beras yang tidak sampai ke masyarakat.

Beras yang tersimpan di gudang Bulog selama ini masih terkendala untuk sampai ke masyarakat. Wilayah Indonesia yang berpulau-pulau dipisah oleh perairan menambah kerumitan transportasi. Persoalan ini membuat harga beras menjadi makin bertambah mahal dan lambat sampai ke konsumen.

 

Stok Beras Melimpah dan Masalahnya

Beras berkutu di gudang Bulog dari tahun ke tahun belum teratasi. Belum lama ditemukan di gudang Bulog Yogyakarta ada 10 Ton beras tidak layak konsumsi karena berkutu (Tempo.Jakarta, 17 Maret 2025).

Masalah lain mahalnya harga beras yang lebih mengejutkan di lapangan, ternyata banyak beras tidak distribusikan sehingga membusuk di Gudang bulog. Ruginya negara 1,2 Triliun akibat beras membusuk di kisaran 100 Ton (Kompas.Com, 27 Agustus 2025).

Stok beras banyak namun kenyataannya harga tetap tinggi. Sebab, beras di gudang tidak sempat dibagikan ke masyarakat. Kemendagri juga menegaskan bahwa stok beras menumpuk di gudang Bulog karena terkendala distribusi beras (KoranTimor.Jakarta, 19 Agustus 2025).

Beras rusak di gudang Bulog tersebut adalah beras impor yang sampai di Indonesia awal tahun 2024. Beras itu stok dari negara asalnya tersimpan sekitar satu tahun. Kalau disimpan lagi di gudang Bulog satu tahun, turun mutunya dan tidak layak dikonsumsi lagi.

Ditengah permasalahan harga beras yang melangit, ternyata fakta di lapangan bukan tidak ada stok beras di gudang Bulog. Beras masuk ke gudang Bulog juga tidak ada laporan dan harus habis didistribusikan kapan. Harusnya selalu mendata berapa banyaknya beras dan berapa target perhari beras didistribusikan ke rakyat di masing-masing daerah.

Pentingnya evaluasi distribusi dan data stok beras di gudang Bulog oleh para pemegang kebijakan. Karena beras kebutuhan pokok setiap hari. Permasalahannya ini serius sekali, sudah membuat harga pasaran teribas sangat tinggi. Padahal stok dalam negri sebenarnya ada.

Solusi Islam agar Negara Menjaga stabilitas Pangan

Islam memberi solusi kepada negara dari produksi hingga distribusi hasil produksi sampai merata di masyarakat. Dalam hal ini dari mulai bibit, pupuk, sarana transportasi dan lainnya harus diupayakan oleh pemerintah. Pemerintah harus menyelesaikan masalah pangan ini. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban akan hasil pimpinannya” (HR Bukhari).

Negara harusnya membeli beras hasil petani dalam negri agar ketika panen raya. Beras dibeli untuk stok gudang Bulog. Harus ada pengawasan yang bagus dan standar gabah terbaik yang diambil dari petani. Dengan pemberian standar bagus atau gabah dan beras premium saja yang bisa dibeli dari petani untuk disimpan di gudang Bulog, petani bisa meningkatkan mutu produksinya.

Pemerintah gemar impor beras sementara panen raya sudah dekat membuat petani enggan berproduksi. Karena impor melimpah menjelang panen raya, harga gabah mereka menjadi turun. Petani harus beli benih dengan yang mahal, pupuk juga mahal, pemeliharaan padi hingga pemanenan harus membayar buruh. Tidak kembali modal kalau harga gabah mereka terlalu murah.

Hasil produksi petani berupa gabah tadi bisa dibeli dengan harga yang layak. Jangan sampai keburu jatuh ke tangan tengkulak yang membeli hasil produksi para petani dengan harga terlalu rendah tidak sesuai harga yang telah dikeluarkan oleh petani dengan harga pupuk, benih, dan tenaga pekerja. Namun tengkulak yang membeli dengan harga rendah ketika menjual di pasaran dengan harga tinggi. Rusaknya harga ulah mafia pertanian membuat petani rugi. Tugas negara untuk memberantas mafia ini dengan tegas.

Pemerintah juga harus membantu pengadaan benih berkualitas yang murah. Tugas para ahli pertanian yang bisa meneliti dan menghasilkan jenis padi baru yang lebih unggul. Benih yang berkualitas akan menghasilkan produksi melimpah dengan kualitas yang terbaik.

Kebutuhan pupuk yang berkualitas juga sangat mendesak. Selama ini petani kesulitan mendapatkan pupuk. Harus mengantri dan deposit uang terlebih dahulu. Belum lagi kalau dapat pupuk yang kualitas buruk, hanya boros ketika dipakai.

Sebagai negara agraris, harusnya pabrik pupuk mendapat perhatian yang lebih. Pengadaan bahan bakunya, lalu dibantu mesin produksi yang canggih dan permudah distribusi hasil produksi pabrik pupuk hingga ke pada petani. Pastikan produksi pupuk dengan jaminan mutu dan harga terjangkau. Jangan diperberat dengan pajak dan segala pungutan.

Permudah distribusi hasil produksi agar lebih cepat sampai ke masyarakat. Bulog sebagai lembaga resmi harusnya mempunyai tata kelola beras yang bagus. Selain itu gudang harus mempunyai data kapan beras masuk dan beras yang mana yang harus dikeluarkan. Gudang penyimpanan beras harus memiliki syarat tidak kelembaban supaya tidak mudah berjamur dan berkutu.

Pengadaan sarana transportasi khusus hasil produksi petani terutama untuk distribusi beras ke seluruh pelosok agar beras tetap sarapan dan cepat bisa sampai ke masyarakat.

Banyak stasiun kereta api di seluruh Indonesia. Ini bisa lebih ditambah lagi di berbagai daerah pengadaan jangkauan kereta api khususnya untuk mengangkut produksi pertanian. Kereta api sebagai angkutan darat yang lebih murah serta bisa diandalkan kecepatannya. Berbagai dinas terkait bisa bekerjasama agar lebih efektif penyaluran hasil produksi dan efisien harga transportasi

Loading...