SUARAMERDEKA.ID – Berdasarkan hasil survei Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang E-Government Survey 2020, Indonesia berada pada peringkat 88 dari 193 negara. Hasil yang dirilis pada bulan Juli 2020 menunjukkan kenaikan 19 peringkat dibandingkan tahun 2018 yang berada di urutan 107 dan urutan 116 di tahun 2016.
Survei E-Government Survey 2020 ini mengusung tema “Digital Government in the Decade of Action for Sustainable Development”. Berdasarkan penuturan Humas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), tujuan dari survei ini adalah sebagai alat bantu pembangunan bagi negara-negara anggota PBB untuk mengidentifikasi kekuatan dan tantangan masing-masing dalam upaya mempertajam implementasi kebijakan dan strategi pengembangan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Dijelaskan, survei yang dipublikasikan setiap dua tahun ini, memberi peringkat untuk 193 negara-negara anggota PBB. Terdapat tiga dimensi ukuran kinerja yang ada dalam EGDI, antara lain indeks pelayanan online atau online service index (OSI), indeks infrastuktur telekomunikasi atau telecommunication infrastructure index (TII), dan indeks sumber daya manusia atau human capital index (HCI).
“Dalam masing-masing penilaian ukuran kinerja tersebut Indonesia mencatatkan skor yang cukup baik. Antara lain, skor 0.6824 untuk OSI, skor 0.5669 untuk TII, dan skor 0.7342 untuk HCI. Ketiga komponen tersebut sudah berada diatas skor rata-rata dunia. Meskipun jika dilihat dari grup Regional Asia dan Sub-Regional Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah rata-rata regional pada skor indeks infrastruktur telekomunikasi atau TII,” kata Humas MenPANRB, Jumat (9/10/2020).
Lanjutnya, dalam rilis yang dikeluarkan oleh EGDI, Indonesia berhasil melompat naik 35 peringkat pada E-Participation Index tahun 2020. Dari yang sebelumnya peringkat 92 pada tahun 2018, menjadi peringkat 53 pada tahun 2020 dengan skor 0.7500. Dijelaskan, skor ini sudah di atas rata-rata dunia dengan skor 0.5677. Skor ini juga di atas rata-rata Regional Asia dengan skor 0.6294. Skor ini juga di atas rata-rata Regional Asia Tenggara dengan skor 0.6126.
“Hal ini membuat Indonesia naik predikat. Dari yang sebelumnya termasuk dalam grup High E-Participation Index menjadi grup Very High E-Participation Index,” jelas Humas MenPANRB. (AMN)






