oleh

Markas GPI Menteng Raya 58 Jadi Posko Evakuasi Korban Demo Tolak Omnibus Law

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) Diko Nugraha menyiapkan markas Organisasi Kepemudaan (OKP) Islam ini menjadi posko evakuasi bagi massa aksi tolak Omnibus Law. Bagi massa aksi yang merasa sakit atau menjadi korban penganiayaan aparat penegak hukum dipersilahkan datang ke jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

Diko menjelaskan, GPI mempersilahkan siapa saja yang menjadi korban pada aksi tolak Omnibus Law untuk datang ke Markas OKP Islam ini di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat. Ia memastikan setiap orang yang datang ke Markas GPI akan mendapatkan pelayanan sebaik mungkin yang bisa mereka usahakan.

“Yang ingin istirahat, mandi, sholat, silahkan datang ke Markas GPI di Menteng Raya 58. Siapapun dan darimanapun mereka. Insya Allah selalu makanan dan minuman bagi mujahid-mujahid pejuang kemaslahatan umat. Yang luka ringan akan kami berikan pertolongan pertama dan yang luka berat akan kami bawa ke rumah sakit terdekat,” kata Diko di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) siang.

Ia mengaku prihatin tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian saat mengamankan aksi tolak Omnibus Law. Menurutnya, perlakuan tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Diko mengingatkan aparat kepolisan untuk bertugas secara profesional, sehingga tidak memunculkan stigma negatif di masyarakat.

“Atas nama GPI, saya mengutuk keras atas kekerasan aparat yang secara membabi buta menyerang para demonstran. Bertugaslah secara profesional. Kalau polisi melakukan kekerasan seperti ini, maka jangan salahkan kalau muncul stigma polisi adalah musuh rakyat,” tegasnya.

Ketua Umum PP GPI ini mengaku saat ini pihaknya sedang mendata massa aksi yang menjadi korban kekerasan pada demo tolak Omnibus Law, khususnya yang mendatangi Markas GPI. Pihaknya bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GPI mengaku siap mengadvokasi umat yang menjadi korban kekerasan pada aksi tersebut.

“GPI dan LBH GPI siap mengadokasi umat yang merasa didholimi oleh siapapun. Termasuk dalam aksi ini,” imbuhnya. (ANW)

Loading...

Baca Juga