oleh

Roy Abimanyu: Negara Berperan Mempersiapkan Generasi Muda

SUARAMERDEKA.ID – Roy Abimanyu, Tenaga Ahli Madya Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan bahwa harapan terbesar dari pidato Visi Indonesia Maju yang disampaikan Presiden Terpilih Joko Widodo adalah bagaimana Negara berperan mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan jaman.

Hal ini disampaikan Roy Abimanyu dalam diskusi publik yang di selenggarakan DPP KNPI di Media Center KNPI Jakarta, Kamis (18/7/2019).

“Generasi muda, di mana KNPI adalah bagian di dalamnya, perlu menyambut harapan tersebut. Dengan membangun gerakan kebangkitan keunggulan sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia di antara taman bangsa-bangsa. Pemuda harus dapat berperan di banyak bidang. Tidak hanya politik. Melainkan juga industri kreatif, seni budaya, dan lainnya,” kata Roy Abimanyu.

Menyikapi hasil riset yang menyatakan ada ribuan pekerjaan yang hilang karena perkembangan teknologi informasi, Roy mengatakan bahwa manusia akan adaptif dengan perkembangan kebudayaan.

“Kita dapat belajar dari sejarah. Sewaktu revolusi industri pertama, ada pekerjaan yang hilang, namun kemudian lahir pekerjaan-pekerjaan yang baru sesuai dengan perkembangan tersebut. Kebudayaan lama bisa berganti dengan kebudayaan baru, namun manusia memiliki kemampuan kreasi dan inovasi untuk melahirkan ribuan pekerjaan baru. Inovasi itu yang menjadi tugas generasi milenial, khususnya KNPI,” ujar Roy Abimanyu.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Luther Palimbong mengatakan bahwa Pak Jokowi memiliki visi pembangunan. Khususnya di sektor perdagangan yang berorientasi kepada pemuda.

“Ada beberapa program pemerintah yang bisa diakses oleh generasi milenial. Antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan perizinan, ataupun program-program UMKM lainnya. Sebagai contoh, tahun ini, ada beberapa kementerian yang melakukan MoU. Dimana 30 persen dari lokasi rest area harus diberikan untuk UMKM. Kemudian kami juga ada program pemberian gerobak, tenda. Dan kebutuhan usaha lainnya bagi UMKM,” jelasnya.

Menurut Luther, KNPI yang memiliki jaringan se-Indonesia dapat berperan untuk menyambungkan program pemerintah dengan masyarakat terkhusus kalangan muda.

“KNPI dapat meneruskan program-program ini kepada anggota maupun masyarakat. Selain itu perlu juga dikawal program-program pemerintah daerah harus sejalan dan terintegrasi dengan program dari pemerintah pusat. Agar tidak ada pertentangan kebijakan dan program antara pusat dan daerah,” pungkasnya.

Riza Damanik, Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden mengatakan bahwa KNPI harus melahirkan tidak hanya politisi muda, tapi juga inovator dan entrepeneur muda.

“Kondisi dunia saat ini, ada demand yang sangat besar dari pasar global. Dan Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang baik untuk memasok kebutuhan tersebut. Sebagai contoh adalah gap supply dan demand ikan dalam beberapa tahun mendatang akan mencapai minus 28 juta ton. Sedangkan di sisi lain akan ada peningkatan harga sebesar 25%. Indonesia berpotensi mengisi gap ini. Sayangnya saat ini kita masih kalah dari Thailand dan Vietnam dalam hal ekspor hasil perikanan, ” katanya.

Riza menjelaskan bahwa generasi milenial harus mampu berinovasi dalam pengelolaan hasil perikanan, ataupun di bidang-bidang lainnya.

“Dengan pendekatan teknologi, nelayan yang selama ini menjual ikan dengan harga murah kepada tengkulak, akan dapat menjual ikannya langsung kepada konsumen di pulau bahkan negara lain. Generasi milenial seharusnya dapat berinovasi untuk membantu memotong rantai pasok ini. Sehingga nelayan bisa mendapatkan harga jual yang bagus dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Sekjend DPP KNPI, Addin Jauharudin mengatakan bahwa saat ini yang dilakukan oleh Pak Jokowi adalah perubahan atau transformasi.

“Saat ini kuncinya adalah transformasi. Dan transformasi membutuhkan adanya transformer atau para pelaku perubahan. KNPI dengan infrastruktur yang kuat sampai ke tingkat desa dan kelurahan seharusnya dapat melakukan peran perubahan ini. Apalagi di dalam KNPI ada ekosistem yang beragam, yaitu ada anggota/organisasi yang berlatarkan ragam profesi, agama, dan asal daerah. KNPI dapat menjadi mitra penting pemerintah dalam mengkawal terlaksananya kebijakan dan program, baik di pusat maupun daerah,” katanya.

Ketua Bidang Pemuda dan Pengembangan Milenial, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa banyak bidang dan peran yang harus diisi dan dikerjakan oleh generasi milenial.

“Milenial tidak hanya berperan dalam sektor politik tapi juga sektor ekonomi, perdagangan, peningkatan produktivitas perikanan, seni budaya serta inovasi di bidang IT, dan lainnya. KNPI sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan memiliki tugas besar untuk mendorong dan mengarahkan para pemuda agar berinovasi dan berkolaborasi demi tercapainya Indonesia yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (MIL)

Loading...

Baca Juga